Bagaimanapun juga kamu pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup. Masa-masa mulai mengenal, dekat dan akhirnya kau memutuskan untuk pergi adalah keputusanmu. Kau tidak sepenuhnya salah. jika diawal aku bersusah payah untuk melupakan, aku mencoba untuk mengenal yang lain tetapi sampai saat ini Tuhan belum mengijinkan aku untuk kembali jatuh hati. Aku hanya terdiam dan sesekali berpikir, kalau kau memutuskan pergi sepihak dan disini aku hanya bisa diam lantas memang benar aku tidak melakukan usaha apapun.
Seharusnya ini tidak pernah terjadi, seharusnya aku tidak mengenalmu, seharusnya dulu aku mengabaikanmu saja, ketimbang sekarang aku harus menanggung rasa rindu yang sesekali hadir.
Menangis dengan tiba-tiba ketika aku melihat smartphone ku yang tidak ada notifikasimu. Ah sudahlah.
Goresan dalam 5 menit.
Search
Popular Posts
-
Sesuai dengan janji saya di post sebelumnya, saya akan melanjutkan pembahasan mengenai Love Different Religion Part 1. Sekarang saya akan be...
-
Sudah menjadi tradisi keluarga saya kalau sarapan dan makan malam harus bareng. Alasannya simple sih, makan bersama satu keluarga memupuk ke...
-
[guys sebelumnya maaf yaa kalau tulisan ini kurang bagus, kalau boleh jujur tulisan ini hasil karena saya itu lagi sebel, marah dan pengen ...
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Cara yang Ajaib
Bekerja disalah satu instansi pemerintah, bukan hal yang pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Sampai disatu titik, semuanya itu mungkin sa...
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
Sesuai dengan janji saya di post sebelumnya, saya akan melanjutkan pembahasan mengenai Love Different Religion Part 1. Sekarang saya akan be...
-
Sudah menjadi tradisi keluarga saya kalau sarapan dan makan malam harus bareng. Alasannya simple sih, makan bersama satu keluarga memupuk ke...
-
[guys sebelumnya maaf yaa kalau tulisan ini kurang bagus, kalau boleh jujur tulisan ini hasil karena saya itu lagi sebel, marah dan pengen ...
0 komentar:
Posting Komentar