Rabu, 10 Mei 2017

Tentang Kamu dan Mereka

Mungkin sudah tidak sekali dua kali saya berkeluh kesah tentang mereka. Tidak hanya sekali dua kali saya menangis dan saya tidak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan saat ini. kecewa, ya tentu saja. Bagaimana bisa seorang yang sangat saya percaya bisa menceritakan segala sesuatu tentang saya, ya meskipun itu kepada teman terdekatnya sekalipun.

Pertama-tama sebelum melanjutkan tulisan ini, saya meminta maaf jika selama ini saya bersalah. Banyak tutur kata dan perilaku yang tidak berkenan bagi kamu. Ditengah-tengah kesibukan yang sedang kamu jalani mungkin saya adalah pengganggu yang seharusnya tidak menghubungi kamu sama sekali. Bahkan ketika kamu sedang bersama dengan teman-temanmu, seharusnya aku tahu bahwa kamu butuh waktu bersama dengan teman-temanmu itu.

Saya mengenal mereka dengan baik pada awalnya. Kalau tidak disengaja itu tidak mungkin karena apapun yang terjadi dikehidupan kita tidak ada yang kebetulan. Semua sudah digariskan dan saya harus mengenal dengan mereka.

Aku bersalah karena aku selalu mempermasalahkan hal-hal remeh. Saya marah ketika apapun yang saya posting disosial media saya selalu mereka lihat, dan yang lebih parah posting disosmed saya mereka bagikan kembali ke teman lain yang saya tidak mengenalnya. Kalau memang bagimu itu bukanlah sebuah masalah, tak apa, mungkin aku yang terlalu membesar-besarkan masalah itu.

Mengenai meretas akun sosial media mereka?
Saya sama sekali tidak pernah membajak apapun dari mereka, line, handphone, instagram dll. Ya saya memang mengatakan semua itu kepadamu, itu hanyalah sebuah pancingan bagi mereka. Mengapa mereka langsung panik ketika aku mengatakan semua itu?
Terus kok saya tahu kalau merk hapenya Asus?
Beberapa kali temanmu mengupload screencapture percakapan yang kalian lakukan, saya melihat dan bisa menebak apa merk handphone nya dari interface handphone nya.


Biar saya jelaskan sedikit, setiap merk smartphone mempunyai user interface. Coba lihat pada bagian icon jam, batre, sinyal dan wifi. Satu device dengan device yang lain itu berbeda, apalagi sebelumnya smartphone ku adalah asus, jadi sekali lihat saya bisa menebak bahwa smartphone nya adalah asus :)
Se simple itu.

Saya tahu etika dan saya tidak akan melakukan tindakan serendah itu. Sampai sekarang yang saya pikirkan mengapa mereka harus panik ketika saya berkata "saya tahu kok apapun yang mereka bicarakan". Coba pikirkan, mereka akan tenang kok kalau mereka memang tidak melakukan apapun, mereka tidak perlu panik.

Tentang bakso bakar :)
Saya tidak masalah jika nama saya disebutkan dalam sosmed mereka, harusnya tulisannya jangan dikecilkan supaya saya semakin famous :)
Ya saya aja kali yang melebih-lebihkan.
Coba dinalar, menurut ceritamu, temanmu ingin ikut ke bakso bakar tapi tidak diijinkan. kemudian temanmu berkata
"kalau nggak mau tak temenin minta temenin mbak fika, biar nggak keliatan jones, lagian kan kalian jarang meet up"
Anggap saja saya percaya dengan cerita mu bahwa temanmu benar mengatakan itu.
Kemudian dalam story nya juga dikatakan
"semoga ke bakso bakarnya beneran sendiri"
Terus saya berpikir?
Jadi sebenernya temanmu berharap kamu ke bakso bakarnya ditemenin mbak fika atau beneran sendiri (tanpa mbak fika)?
Mana yang menjadi isi hatinya saat itu? sudahkah kamu berpikir sejauh itu?

Tentang mengusik kehidupan orang lain :)
Pagi hari saya memutuskan untuk memblokir semua akun sosmed mereka. Lucu buatku ketika mereka berkata bahwa tidak mengusik kehidupanku tetapi mereka langsung tahu kalau sosmednya diblokir. Pikirkan, apakah mereka masih mencariku? Kangen atau bagaimana? hehehe
Apa karena kehilangan satu follower kemudian mereka mencari siapa yang mengunfollow mereka? Apakah mereka senganggur itu? hehehe

Loh ya, saya ini nggak bajak, tapi kok masih bisa tahu ya mereka update apa saja?
Sangat mudah, cari saja key word di google "how to see instagram story without path". Pasti akan menemukan banyak jawaban bagaimana kamu bisa melihat story orang lain meski kamu tidak memfollow ataupun memblokirnya.

Oh satu lagi, saya tersinggung dengan posting semacam ini.


Saya yang memberikan nama special "panda", kenapa panda? kalau kamu bertanya saya akan jelaskan makna dibalik panda :)
Saya yang memberikan nama panda mengapa mereka yang berkomentar?
Oh iya? ngomong-ngomong mereka tahu dari mana tentang panda?
apakah kamu ceritakan semua tentang kita kepada mereka? tentang bagaimana awal kita kenal, kemana saja kita pernah pergi, apa saja yang pernah kita lakukan bersama, bagaimana kita bersama merintis karang taruna, bagaimana kita menghadapi orang-orang yang ingin merebut kedudukanmu sebagai ketua, bagaimana kita saling menutupi kesulitan satu sama lain, bagaimana awal kita bermasalah, bagaimana kamu menemani aku ujian TA.
sudahkah kamu ceritakan itu semua kepada teman-temanmu? Oh mungkin aku salah ketika aku harus bercerita banyak hal kepadamu :)
Kepercayaan saya kembali dikhianati ketika saya menemukan orang yang saya rasa tepat :) tetapi perasaan saya salah.

Mengenai aku mengundurkan diri dari kepengurusan?
Bisa saja saat itu memang aku salah mengambil keputusan, saya berbicara salah kepada orang yang salah. Kenapa kamu tidak pernah menanyakan kenapa aku melakukan hal itu?
Kenapa harus orang lain yang mengajakku untuk kembali?
Aku tidak sejahat itu akan membiarkan kamu dengan tanggung jawabmu sebagai seorang pemimpin, harapanku saat itu kamulah yang mengajakku untuk kembali :(
Oh ternyata bukan kamu.
Aku hanya memancing kamu, masihkan kamu peduli? Ah ternyata kamu sama sekali tidak peduli. Bahkan saat itu aku berpikir, hatimu terbuat dari apa? Sampai seperti itukan kamu memperlakukan aku?
Setelah saya kembali dengan niat bahwa aku tidak akan meninggalkan kamu dengan tanggung jawabmu sendiri, sama sekali tidak ada apresiasi dari mu. Oh poor me :(

Saya tidak tahu bagaimana Tuhan menciptakan hati dan perasaanmu. Atau mungkin kata Tuhan sudah tidak lagi menggetarkan hatimu.

Doa saya, semoga tulisan ini bisa membukakan pikiran dan hatimu.
Kalau kamu tanya, apakah aku cemburu? ya saya cemburu dengan masa lalu dimana kita masih baik-baik saja :)


Pragya, Abi, Alia dan Tanu


Judulnya kok nama orang?
Saya perkenalkan dulu, orang-orang tersebut siapa. Jadi nama-nama tersebut adalah tokoh-tokoh di india yang setiap sore ditayangkan disalah satu stasiun televisi swasta. Saya bukan pecinta film india sih, hanya saja saya sering menemani mama saya nonton india. Ya jadi sedikit banyak saya tahu karakter dari pemain di sinema tersebut.

Pragya : Wanita cerdas yang tidak terlalu cantik tetapi mempunyai hati yang baik. Pragya adalah istri dari Abi. Mereka awalnya tidak saling cinta tetapi karena dijodohkan oleh keluarga mereka Pragya dan Abi menjadi dua insan yang tidak terpisahkan.

Abi : Pria popular dikalangan wanita. Dia tampan dan baik hati, namun sayang dia mudah sekali dipermainkan emosinya oleh orang-orang disekitarnya yang hanya ingin memanfaatkan kebaikannya.

Alia : Cerita dalam film india itu Alia adalah adik dari Abi (pura-pura nya). Tapi dia sangat jahat, dia ingin merenggut semua kebahagiaan pragya. Hidupnya dipenuhi dengan kebencian kepada pragya, istri Abi.

Tanu : Tanu adalah wanita yang tidak kalah jahatnya. Dia hanya terobsesi untuk memiliki Abi, dia hanya iri kepada Pragya yang bisa menjadi istri Abi. Tanu adalah sahabat Alia, mereka berdua orang yang licik. Dia ingin memisahkan Abi dan Pragya.

Suatu ketika dua keluarga dipersatukan karena sebuah perjodohan, Pragya dan Abi. Awalnya mereka tidak saling mengenal, tetapi waktu yang membuat mereka terus bersama menumbuhkan perasaan cinta perlahan-lahan hingga mereka berdua tidak menyadari bahwa mereka saling jatuh cinta dan tidak ingin berpisah satu sama lain.

Abi dan Pragya mendapatkan dukungan penuh dari masing-masing keluarganya. Mereka sering tinggal bersama dalam satu rumah. Mereka saling berbagi perhatian dan memberikan dukungan satu sama lain.

Namun sayang, kisah cinta mereka tidak berjalan sesuai dengan kehendak mereka. Masalah demi masalah mereka hadapi bersama. Satu masalah dua masalah tiga masalah sampai puncak masalah ketika Alia dan Tanu mengusik kehidupan cinta Abi dan Pragya.

Tanu yang sangat terobsesi ingin memiliki Abi selalu menjatuhkan Pragya. Tanu pun mendapatkan dukungan dari sahabatnya Alia. Mereka berdua berusaha menjauhkan Abi dan Pragya dengan cara mempermainkan emosi Abi. Karena Abi begitu menyayangi Alia, dengan mudahnya Abi mempercayai apapun yang Alia katakan.

Sampai pada akhirnya Abi dan Pragya terpisah.
Saat ini Alia dan Tanu berbahagia karena telah berhasil memisahkan Abi dan Pragya. Alia dan Tanu berusaha dengan keras untuk menjauhkan Abi dari kehidupan Pragya.
Pragya hanya bisa berdoa kepada Dewa, meskipun saat ini Pragya tidak bersama dengan Abi tetapi Pragya percaya pada cinta yang dimiliki oleh Abi untuknya.

Bersambung.....

Senin, 08 Mei 2017

Tentang Mengendalikan Emosi dan Sosmed - Part 1

Kemarin malam adalah puncak emosi saya terhadap seseorang. Bodohnya saya malam itu adalah terpancing emosi anak kecil yang baru lulus SMA, eh tepatnya masih awal-awal kuliah. Sedangkan saya sudah menjabat dengan jabatan yang cukup baik dan banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan (termasuk akun server yang tiba-tiba di suspend -_-)

Malam kemarin akhirnya saya bercermin dan melihat diri saya sendiri terlebih dahulu. Saya merasa, iya ya salah. Kenapa saya harus ikutan emosi dengan hal yang sangat tidak penting.

Ada seorang yang usianya 3 tahun diatas saya, saya bersyukur Tuhan pertemukan kami kembali diwaktu yang tepat. Dia membukakan dan membeberkan apa yang selama ini saya lakukan memang tidak 100% benar kok.
Awalnya masalah sosmed, ya saya juga nggak habis pikir kenapa ya saat sosmed saya dilihatin itu saya jadi marah? kenapa kalau dia share posting saya di sosmed saya jadi emosi?
Toh memang saya kok yang posting itu untuk public dan siapa saja memang sebenarnya punya hak untuk melihat apapun yang saya posting.

Kemudian saya cerita ke teman saya itu "loh saya itu loh beberapa kali posting hal-hal baik, posting Firman Tuhan, mengutip ayat-ayat alkitab, tapi saya loh masih dikata-kata in ........."
(nggak lolos sensor)

Entengnya dia menjawab, lah biarkan saja. Kamu posting baik, 100 orang terberkati dan 3 orang tidak suka. Ya itu wajar. Jangankan kamu, Ahok aja tuh Gubernur jelas kelihatan mata dia orang baik tapi masih aja banyak yang nggak suka. Apa kamu mau menghentikan kata-kata baikmu hanya karena 3 orang yang tidak suka dan menganggap kamu sok alim?

Ya ya, saya hanya angguk-angguk saja dan dalam hati berkata "kenapa gak dari dulu dia kembalinya?"

Kemudian saya masih mengeluh "tapi saya tahu semua isi sosmednya" sambil saya tunjukan semua yang pernah mereka biacarakan.
Ya enteng lagi dia menjawab. Kamu jadi tahu karena kamu cari tahu, coba dari awal kamu nggak usah cari tahu, ya pasti nggak tau. Lebih baik sama sekali tidak tahu apa-apa tapi hidup damai dari pada kamu mengetahui segala sesuatu tetapi membuat kamu gelisah.

"Loh, tapi itu nyangkut paut aku loh kak"

Ya biarkan saja. Memang kamu famous kok, nama kamu akan dikenang dalam kehidupan mereka. Entah jadi buruk atau baik, yang penting dikenang aja dulu. Liat tuh Ahok, dia akan dikenang terus entah jadi baik atau jadi buruk.

"Lah masak aku dibawa-bawa dan dikata-katain mau diem aja?"

Terus kalau km tanggepin selama ini kamu dapet apa? Masalahnya selesai? Yasudah diam saja, singa itu gak mungkin mengaung liat anjing menggonggong, dia sadar kalau singa tidak layak mengahadapi seekor anjing. Ya anggap saja mereka anjing menggonggong.

Ya sekali lagi saya angguk-angguk, setuju sambil dalam hati bilang
"iya iya selama ini saya salah nanggepin anak yang urusannya cuma sekedar kuliah saja, awal-awal lagi, belum juga setahun lulus SMA"

Saya kembali mengeluh

"kak, tapi ada teman dekat saya saat itu, dia cowok kak, dulu kami sangat dekat, tapi sekarang dia berubah"

Terus urusannya apa? Emang kamu nggak bisa ngapa-ngapain tanpa dia? Lah dia siapa kamu?

"Ya enggak, aku cuma heran aja dulu aku dan dia itu saling mengerti, saya denger ucapannya saja sekali saya bisa paham apa yang dimaksud, tapi sekarang saya nggak tau jalan pikirannya"

Semuanya akan dijawab oleh waktu, kebaikan dan keburukan orang itu yang bisa menjelaskan hanyalah waktu. Emang kamu punya salah apa sama dia? sampai dia bersikap seperti itu? Kalau kamu kenal sebulan dua bulan ya pasti kesannya baik

"aku nggak tau apa salah saya, beberapa kali aku nanya. aku ini salah apa toh, kok sikapnya jadi berubah gini? tapi dia selalu menjawab baik-baik saja, nggak pernah ada kata menyalahkan, sampai saya bingung sendiri"

Ya berarti emang kamu nggak salah. terus pas dia ngomong kamu gak salah kamu makin bingung ya?

"ya iya lah bingung, bayangin ya, dulu nih tiap hari ketemu, minimal seminggu sekali bisa dipastikan kami jalan-jalan keluar, lah terus sekarang dia tiba-tiba diam seribu bahasa kayak mulutnya habis dijahit aja"

Kamu nggak salah, dia juga nggak salah sih. Kamu bingung dengan sikapnya kenapa dan dia juga punya hak untuk tidak menyampaikan apapun ke siapapun. Ya kamu juga gak bisa maksa dia harus ngomong apa masalahnya dia ke kamu, siapa kamu? (jleb).
Apalagi setahuku kamu dari kecil rasa ingin tahunya besar, kalau gak beneran tau sampai dalem-dalemnya ya mbok sampai dia masuk kuburan juga tetep bakal kamu tanyain.

(saya ngakak dan emang bener sih ya, kalau saya belum tau detil tentang apapun ya gak bakal lega)

Tapi gitu itu dikurangin, janga diterus-teruskan. Kasian kamu sendiri nanti, capek jadinya. Mulai dipilah-pilah mana yang layak dipikirkan dan yang tidak layak dipikirkan.

"kak, tapi diluar aku punya salah apa enggak, aku sudah sering minta maaf kok"

ya baguslah, terus respon dia gimana?

"dia gak pernah ngrewes maafku, yang diinget pas aku marah-marah mulu, dia juga gak lihat kali aku marahnya kenapa. tapi kadang dia ya pernah jawab, maaf tentang apa lagi?"

kamu kok kayak Ahok Junior sih (sambil dia ngakak-ngakak)

"leh, apasih?"

Lah iya, kamu itu marah tapi yang dilihat marahnya, bukan penyebab kamu marah. kamu minta maaf nggak direwes, tetep aja dituntut haha.
Sama sih kayak Ahok, yang disorot itu marah-marahnya, salah satu kalimat aja sudah minta maaf tapi maaf nya gak direwes hehe.

"Lah iya sih ya, terus enaknya gimana kak?"

yaudah lah diamkan saja, toh kamu sudah minta maaf, direwes apa enggak itu urusannya. blokir aja sudah semua sosmednya.

"oke deh, besok tak blokir aja sosmednya, apa malam ini juga deh saya blokir"
(ya akhirnya jadilah peristiwa pemblokiran tersebut)

the end :)

masih belum sampai inti tulisan :)

Sabtu, 29 April 2017

Love Different Religion - Part 2

Sesuai dengan janji saya di post sebelumnya, saya akan melanjutkan pembahasan mengenai Love Different Religion Part 1. Sekarang saya akan berbicara yang Part 2. Sepertinya akan lebih menarik jika ceritanya disajikan dengan adanya kisah nyata. Oke saya akan menceritakan sekelumit kisah nyata bagaimana dua insan yang sedang jatuh cinta harus dibatasi dengan perbedaan keyakinan.

Based on true story
Ada sebuah keluarga, yang mana ibunya berasal dari keluarga nasrani dan ayahnya berasal dari keluarga muslim. Ketika saya bertanya kepada sang anak
"kok bisa mama papa mu menikah meski beda keyakinan?"
"entahlah, kayaknya dulu mama ngalah sama Papa"
"Loh, terus skrg gimana?"
"Dulu ketika menikah, mama pindah agama, ikut seperti keyakinanya Papa"
"hmm, terus?"
"Ditengah-tengah perjalanan rumah tangga, mama kembali ke agama nasrani, bagaimanapun keyakinan akan tetap menjadi keyakinan"
"Oh, iya sih ya. lantas, kamu sendiri bagaimana?"
"Saya mau ikut keyakinan papa tapi mama gak ngebolehin, saya mau ikut keyakinan mama tapi papa gak ngebolehin"
"Laaah, sekarang kamu gimana dong?"
"Saya milih diam saja demi kedamaian di keluarga saya"

Cerita diatas kayak sinetron ya? tapi itu bukanlah sebuah sinetron atau lelucon yang kadang dianggap bercanda saja. Heleh, cinta beda keyakinan. Yaudahlah jalanin aja, toh kalau jodoh nggak kemana. So, akan ada berapa banyak Hak Asasi Manusia yang akan terenggut?

Okelah, anggap saja memang hak asasi kita dari awal sudah direnggut. Kita dikasih nama dan kita dipilihkan agama tanpa kita bisa menengok agama yang lain.
Apakah itu salah? Kita bisa melihat dari sisi salah dan sisi benar. Dilihat dari sisi Hak Asasi Manusia tentu saja itu salah jika keyakinan dipaksakan kepada orang lain. Dilihat dari sisi kasih, tidak ada orang tua yang tidak mengasihi anaknya, semua yang dilakukan oleh sang orang tua pasti yang terbaik untuk anaknya.

Coba sekarang posisikan kehidupan kita ada diposisi sang anak dalam cerita. Apa yang dia rasakan ketika dia akan menyembah sang khalik saja harus menghadapi pertentangan dari kedua orang tuanya?
Kasihan? Iya, tentu saja. Saya juga kasihan sama anak itu, tapi saya bisa apa? Saya tak bisa melakukan apapun.

Oke, jadi saat ini kalian masih ada diposisi Love In Different Religion?
Sekali lagi, saya setuju kok dengan Love Different Religion, tetapi jika ditanyakan apakah saya akan menjalaninya? Saya akan menjawab tidak.
Katakanlah memang cinta itu buta dan kita tidak bisa memilih kita akan jatuh cinta kepada siapa (hal yang paling sia-sia adalah menasehati orang yang sedang jatuh cinta). Tapi kita tetap punya mata dan pikiran bukan?

1. Buka Mata
bukankah sudah nampak jelas kalau jalan yang akan kamu hadapi adalah jalan yang nantinya rumit. Ibaratnya kamu sedang jalan dijalan yang didepannya sudah ada badai yang menanti. Terus kamu sudah lihat badai itu nyata, tapi kamu membutakan pandanganmu sendiri dari badai yang siap menerpamu?

2. Buka Pikiran
ya saya tahu kalau kadang orang yang sedang jatuh cinta tidak bisa berpikir dengan jernih. seperti yang sudah saya tulis di post sebelumnya, jika akan memulai hubungan pastikan tidak sedang berbunga-bunga. Bagaimanapun pikiran akan tetap jalan dan sebenernya kita itu sudah sangat sadar dengan apa yang dilakukan adalah salah, kalau memang masih mau jalan ya anggap saja masih belum punya penguasaan diri yang baik.

Tidak ada yang pernah salah dengan cinta, yang salah adalah ketika cinta membuat kita semakin jauh dengan sang pencipta, membenci orang tua yang sudah membesarkan kita dan cinta yang membuat kita kehilangan pengendalian diri. Itu bukan cinta, itu hanyalah sebuah obsesi, jika kalian berhasil pun, itu tidak akan berarti apapun bagi kalian :)

Posting berikutnya saya akan berbagi tentang pengendalian diri.

So always keep shining and be blessed

FH

Senin, 24 April 2017

Love Different Religion - Part 1

Dear Em....

Sesuai dengan request, saya menyempatkan waktu semalaman untuk memikirkan tulisan apa yang sesuai dengan tema yang diminta.

Love Different Religion :)
Jujur sih dari hati yang paling dalam, saya tidak pernah memikirkan dan tidak pernah menginginkan hal tersebut terjadi dalam hidup saya hahaha :p
saya nggak mau jatuh cinta dengan kondisi seperti itu karena saya tau itu ujungnya rumit, mending saya sakit hati ringan sekarang dari pada sakit hati setelah saya membuang energi dan waktu saya.
Jadi saya jujur agak bingung mau nulis apa, tapi saya akan tetap nulis :)

Love kalau dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi beberapa, kasih cinta atau sayang.

Oh sebelumnya saya mau menuangkan pemahaman saya tentang apa itu kasih, apa itu cinta apa itu sayang. Remember, this is my opinion. Kalau ada yang tidak setuju atau mau berdiskusi silahkan menuliskan pandangannya dikolom komentar.

Kasih itu bisa dikatakan perasaan secara Universal. Kita tidak bisa membatasi mengasihi siapa, orang berkulit putih, orang berkulit hitam atau orang berambut kriting atau lurus. No, kita tidak bisa. Misal nih, kita ketemu sama orang yang sama sekali tidak kita kenal, jatuh atau kecelakaan pas didepan kita, kemudian kita menolongnya. That's i called Love is kasih.

Cinta itu rasa ketertarikan kita kepada seseorang karena sebuah obsesi ingin memiliki, kadang kita nggak mau peduli itu baik atau tidak untuk kita. So ada yang bilang "Cinta itu buta tetapi kasih melihat". Entah kenapa dengan kata cinta saya cenderung mengidentikan kata itu ke arah duniawi. Pokoknya apapun yang terjadi, bahkan nih kalau ada tsunami, angin topan dan badai menerpa dia harus jadi milik saya. Kadang perasaan ini muncul sekitar 1 - 3 bulan kedekatan kita terhadap lawan jenis :) apapun yang dilakukan oleh lawan jenis ini kita anggap selalu benar walaupun secara logis kita paham itu salah.

Sayang, hmm saya nggak tau sayang itu yang bagaimana hanya saya rasa kalau sayang itu sesuatu yang kita berikan kepada orang lain tanpa dasar apapun kecuali perasaan sayang itu sendiri. Misalnya, saya punya sahabat, sahabat saya ini melakukan hal yang jelas tidak baik dan saya menegurnya supaya dia tidak melakukan hal itu untuk kebaikannya. That's i calles love is sayang.

Yang setuju boleh angguk-angguk, yang nggak setuju boleh nulis dikolom komentar.

Rasanya yang direquest sama Em... adalah bagaimana kalau kita jatuh cinta kepada orang yang berbeda keyakinan dengan kita? begitu ya? saya rasa begitu ya Em...

1. Pastikan dulu bahwa kamu sudah mengenal dia dengan sangat baik. Dari sisi kepribadian, bagaimana bisa kamu menentukan bahwa orang itu baik dalam sebulan, setahun kenal?
Dari sisi keluarga, apakah sudah mengenal keluarganya dengan baik dan sudah tahu bagaimana dia memperlakukan keluarganya. (btw, saya menulis jika kamu menginginkan hubungan yang serius, bukan hanya sekedar dan berhenti di zona pacaran). Apakah demikian sebaliknya? Dia sudah mengenal keluarga mu dengan sangat baik?
Dia adalah calon dari anggota keluarga mu dan kamu adalah calon dari anggota dikeluarganya. Jadi ini poin yang penting dalam hubungan.
Dari sisi emosional, apakah kamu sudah tahu kapan dia bahagia? kapan dia sedih? kapan dia ada masalah? kapan dia bercanda? kapan dia serius?
Bukan dari ucapannya, tetapi kamu harus mempelajari dari kesehariannya. Saya bisa saja mengatakan saat ini saya sedang bahagia meskipun sedang banyak kesedihan yang sedang saya rasakan.
Dari sisi kepribadian, kamu yakin kamu saat ini tidak sedang dimanfaatkan ketika dia (apalagi cowok) berbuat baik kepadamu? Percayalah, kamu tidak akan pernah bisa menyimpulkan kepribadian seseorang dalam jangka waktu satu tahun kenal. Jadi kalau ada yang jadian dengan rentang perkenalan hitungan bulan, itu endingnya putus. Kecuali Tuhan berkata lain pada hubungan mereka. Kepribadian dia yang sebenarnya bisa kamu tebak ketika kamu sudah berada pada zona sahabatnya. Ketika dia tidak jaim melakukan apapun, spontanitas dari sikapnya itu cerminan kepribadian.

2. Pastikan saat ini kamu tidak sedang berbunga-bunga, karena bunga bisa saja layu kecuali bunga palsu. Kendalikan pikiran ketika saat ini Em sedang merasa berbunga-bunga. Iya Em, aku tahu dia baik, perhatian, chat setiap hari, kemana ada aku selalu ada dia, kami bagaikan amplop dan perangko, kami kayak mesin atm dengan uang, kami kayak lemari dengan baju atau kami kayak pecel dengan rempeyek. Udah cocok banget. Semua orang mengalami fase itu, saya sudah mengalami fase itu dan ujungnya adalah pada kegalauan. Mumpung belum pastikan saat ini perasaan dan pikiran pada kondisi yang stabil.

3. Pastikan keluargamu, keluarganya, kamu dan dia bisa menerima perbedaan keyakinan atau minimal ada yang mau mengalah salah satu, plus siap dengan hukum sosial yang tidak tertulis ehehehe. Ini susah dan sangat-sangat susah. Apalagi di Indonesia pernikahan berbeda keyakinan masih illegal. Tidak ada yang salah dengan yang namanya cinta. Bukan masalah keyakinan, usia, status, kedudukan atau mungkin juga gender. Banyak yang mempunyai pandangan cinta itu buta. Tetapi dasari semuanya dengan kasih, karena kasih mampu melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apakah saya setuju dengan pernikahan beda agama? secara pribadi saya setuju, tetapi juga secara pribadi saya tidak akan melakukan. Sama ketika orang berkata rawon itu enak, tetapi saya berhak untuk memilih makan soto saja. Saya tidak siap dan tidak akan kuat dengan hukum sosial yang berlaku, saya tidak siap untuk merombak sebuah keluargaku atau keluarganya yang sudah sejak kecil membesarkan kami.

Btw Em, jangankan agama ya. Status sosial saja bisa menjadi konflik dalam sebuah hubungan kok.
Saya setuju dengan salah satu ayat yang mengatakan "hendaklah kamu bersama dengan orang yang sepadan dengan kamu". Beda ya nggak beda-beda banget, sama ya nggak sama-sama banget.

Satu lagi, kamu harus memastikan bahwa dalam hidupmu yang masih muda ini, kamu sudah mempunyai visi dan tujuan hidup yang jelas. Kalau visi dan tujuan hidupmu belum jelas, udah mending jangan dulu mainan masalah beginian.

Take it easy aja, kalau memang Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang baik bagi kalian berdua, entah itu beda agama, beda latar belakang, beda ras, beda suku, beda status sosial atau mungkin sama gender, kalian akan dipersatukan dalam sebuah hubungan yang kudus. Bukannya saat ini jalan mu masih panjang? Masih ada masa depan yang perlu kamu susun dan atur dengan baik. Apakah kamu tidak ingin menjadi sukses semuda mungkin? So, jangan habiskan waktu untuk hal-hal seperti ini ya Em :)

Layakan diri untuk menerima yang terbaik dari Tuhan. Sejatinya orang baik akan bersanding dengan sesama orang baik, kecuali orang baik itu ngeyel sama Tuhan untuk tetap bersanding dengan orang yang tidak baik.

Mungkin itu dulu yang bisa saya bagikan ya Em, someday saya akan tuliskan lagi tentang topik yang sama.
Saya harus konsultasi dulu dengan Pakarnya Teofilus Chandra S.Kom atau Willy Mardhika S.Kom
Nggak kenal ya? nanti saya kenalkan melalui tulisan saja :)

Pertanyaan untuk saat ini, kenapa kamu harus menjalin hubungan ini? Apa tujuanmu menjalin hubungan ini? Potensi hubunganmu akan sejauh mana? :)

Tentang Blog Ini dan Saya Menulis

Dear all

Blog ini sudah berusia hampir 2 tahun dengan karya-karya saya selama 2 tahun terakhir ini. Sebenarnya saya sudah menjadi seorang penulis pribadi untuk diri saya sendiri sejak tahun 2010, saat itu saya masih berusia 13 tahun dan sudah duduk dibangku SMP/SMA

Teman-teman bisa request tema tulisan atau bisa request kepada saya untuk bisa berbagi pengalaman hidup yang sudah saya lewati 20 tahun, 2 bulan ini :p
Jadi, saya sudah terbiasa menulis selama 7 tahun.
Saya tidak pernah les atau belajar dari siapapun mengenai bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Apa yang ada di hati saya itu yang akan menjadi tulisan dalam blog saya.

Mungkin sudah banyak dari readers yang menemukan tulisan saya pada blog-blog sebelumnya. Saya sudah hapus beberapa blog yang menurut saya saat ini "itu alay" hehe. Maklum ya, saat menulis saya masih seusia 13 tahun yang sangat labil dan yang saya tulis adalah kebenaran menurut saya 7 tahun yang lalu dan menjadi sebuah kealayan ditahun ini. Tapi masih ada beberapa blog yang saya tidak bisa akses kembali karena saya sudah lupa password dan email yang saya gunakan saat itu hehe :p

3 tahun lalu saya pernah menjadi seorang jurnalis abal-abal, kenapa? sekali lagi karena saya suka menulis. Saya jadi ingat, saat itu semua mahasiswa baru hanya saya yang masuk dalam UKM Jurnalistik. Setiap apapun yang saya lihat dan saya rasakan saya selalu mengabadikan dalam bentuk tulisan. Bagi saya ini adalah cara yang lebih baik, tanpa saya harus bercerita panjang lebar kepada orang lain dan belum tentu orang tersebut akan mengerti dengan cerita saya.

Saya juga bersedia menampung cerita readers jika ingin ceritanya diabadikan dalam blog ini, siapa tahu cerita readers bisa menginspirasi dan memberkati readers yang lain. Kalau pun tidak ingin namanya dituliskan saya siap buat merahasiakan.

Yuk berbagi cerita hidup atau apapun yang ada dalam hati kedalam sebuah tulisan, ini adalah salah satu cara yang baik mengungkapkan segala sesuatu :)

Keep Shining and Be Blessed

Kamis, 20 April 2017

Membenci adalah Alamiah - Tidak Suka Berteman dengan Cewek

Seperti yang sudah saya janjikan dipostingan sebelumnya. Membenci adalah alamiah adalah salah satu hal kenapa saya tidak terlalu suka berteman dengan cewek. Tetapi bukan berarti saya tidak mau berteman dengan cewek?
Kenapa? Alasan pertama adalah, cewek kalau sudah ketemu dengan cewek lain akan membicarakan cewek yang lainnya lagi dan kalau dijadikan buku mungkin akan mencapai 2000 halaman lebih. Itu salah? Ya sebenernya salah, tetapi itu wajar dan alamiah. Karena itu salah, saya menghidari kesalahan itu dan memutuskan untuk tidak mau berteman terlalu dekat dengan cewek. Alasan kedua adalah cewek itu suka Mall dan saya nggak suka Mall -_- di Mall itu barangnya mahal + gak bisa ditawar, kalau capek jalan kita gak bisa istirahat atau duduk kecuali kita harus pesen makanan atau minuman yang relatif mahal. Kalaupun saya akhirnya ke Mall alasannya cuma 2, saya memang ada tujuan (Mall yang paling saya sering kunjungi adalah cyber Mall, toko komputer) kedua karena ada rekan bisnis yang mengajak bertemu di food court.

Anehnya dari cewek itu begini, kalau seorang cewek nggak suka dengan cewek lain nah cewek itu akan mengumpulkan bala bantuan sesama cewek itu sama-sama membenci cewek yang nggak dia suka. Itu beneran dan saat ini saya sedang merasakan dibenci. Padahal saya ini loh gak ngapa-ngapain.

Padahal nih ya
1. cewek yang benci saya ini nggak kenal saya
2. saya nggak pernah ada urusan apapun dengan cewek ini
3. ngutak ngutik hidupnya saya juga nggak pernah
4. bahkan saya males liat postingan sosmednya karena bagi saya dia nggak penting (pengennya saya blokir karena ini cewek sebenernya cari gara-gara, cuma saya masih menghargai teman cowok saya yang adalah teman dekatnya)

Intinya mau dia njulek, mau dia njungkel itu gak ada pengaruhnya sama kehidupan saya (nah loh keluar bencinya cewek ke sesama cewek). Nggak, saya sama sekali nggak benci. Kalau saya benci saya sudah mempermalukan dia dari dulu. Bagaimana dia menjudge saya, kata-kata kasar apa yang dia berikan buat saya, bagaimana sempurnanya dia dan teman-temannya sangat membenci saya.
Kok tau sih? Berhati-hatilah sama cewek yang mau cari tau dan anak IT. semua sosmed kalian, ig line bbm wa itu bukan lagi privasi buat kalian. Apapun yang kalian lakukan di SmartPhone kalian saya tahu semuanya. Kok gak dibeberkan? Ya buat apa? Buat mempermalukan dia? Nggak lah, saya hanya akan mengumpulkan dan akan saya jadikan senjata jika suatu saat wanita-wanita ini terus mengusik kehidupan saya.

Sebenernya intinya kenapa cewek ini benci sama saya itu 1 hal. Karena dia baper sama seorang cowok yang saat itu dekat dengan saya -_____-
karena cowok ini lah kehidupan saya terusik oleh cewek-cewek tadi. Bahkan nih ada satu cerita, suatu saat saya mengucapkan kepada cewek ini yang sedang menjalani ibadah di hari rayanya
Fika : Hai X, selamat hari ..... ya. Semoga .....................
Cewek ini : iy
-_-
screen capture percakapan saat itu

Perasaan saya ini ya ngucapin baik-baik, perasaan ya yang saya ucapkan ini bukan sesuatu yang salah. Ya entah kenapa jawabannya seperti itu. Oh mungkin dia sibuk.

Kemudian saya mendatangi teman saya yang saat ini bekerja sbg psikiater, saya rasa ya kurang lebih tau sih tentang psikologi wanita kenapa jadi seperti ini.
Menurut yang dia katakan, faktor utama mengapa seorang wanita suka membeci dan cenderung membenci wanita lain bahkan yang tidak dikenal sekalipun adalah merasa tidak percaya diri dan merasa tersaingi.
Karena dia tidak percaya diri jika berdekatan si wanita ini merasa dirinya tidak lebih baik, yang bisa dilakukan adalah membeci dengan tujuan jangan sampai siapa saja yang dekat dengannya bisa dekat dengan wanita yang dibenci tadi. That's why akhirnya cewekpun akan mengumpulkan bala bantuan ke kanan dan kiri.
Faktor lainnya adalah merasa tersaingi, bentuk kecantikan, kepandaian, kecerdasan, kedudukan, prestasi, karir bahkan juga lelaki merupakan hal yang dianggap kompetisi oleh setiap wanita. Yang namanya kompetisi, tujuannya adalah saling mengalahkan.

So, kalau ada wanita yang membenci kamu artinya kamu lebih baik dari yang membenci kamu.
Jadilah wanita yang bijaksana, punya itegritas, bertutur kata dan berperilaku yang baik sehingga engkau layak untuk mendapatkan yang terbaik.

Suatu saat saya akan menulis tentang bagaimana seorang laki-laki :)