Rabu, 10 Februari 2016

Gaji (Gaji Buta) vs Penghargaan

Antara suka dan tidak suka dengan yang namanya Gaji Buta (namanya manusia, siapa yang tidak suka dengan uang? Kalau saya sih nggak ada uang gapapa asal kalau belanja tetep bisa debet dari account bank, hehehe kurang suka bawa uang cash sih). Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Gaji Buta itu punya arti "Gaji yang diterima dengan tidak bekerja". Kalau boleh saya ingin mengartikan dengan versi saya sendiri Gaji Buta itu "Gaji yang kita terima karena kita kelihatannya kerja namun sebenarnya tidak melakukan pekerjaan apapun" Ya intinya sih sama saja, hanya saya lebih mendetailkan pengertian dari Gaji Buta itu sendiri.

Lantas, apa yang jadi pengamatan dan pemikiran saya mengenai gaji buta? Oke kali ini postingan saya akan sedikit lebih berbobot (emm nggak juga sih, mumpung nganggur aja) dan tidak membahas lagi mengenai "Learning By Doing" Hehehe.

Kalau misalnya ada dua kasus seperti ini

Kasus 1 :
Ada seorang sekretaris yang seharusnya mempunyai Job Desk untuk menyiapkan data rapat, menyiapkan presensi, mencatat hasil dari agenda yang telah dilakukan oleh ketua (atau lebih tepatnya pimpinan) dan mungkin masih banyak lagi ya tugas seorang sekretaris. Nah permasalahannya disini, sebuah organisasi atau lembaga atau kegiatan apapun yang akan menjadi ujung tombak dan penanggung jawab dari lancar atau tidaknya adalah ketua (benar kan?). Kalau terjadi kesalahan apapun siapa yang akan dicari terlebih dahulu? Pasti ketua bukan?
Misalnya si mbak sekretaris ini merasa bahwa "ahhh ntar juga bakalan ditanggung sama ketuanya, saya nggak nyiapin juga nggak akan terjadi masalah apa-apa"

Kasus 2 :
"eh kerjakan ini kerjakan ini kerjakan ini dong, nanti fee dari kerjaan kamu sekian. gimana? Oke?"
"Hemm Oke deh"
beselang lamaaaaaa.. karena yang disuruh ini nggak pinter-pinter amat jadi membutuhkan waktu yang lama tapi beneran dikerjain sih.. Dibayar iyaa dibayar.. Berguna nggak kerjaannya? Hmmm nggak tau.. Hahahaha..

Dari dua kasus di atas menurut kalian mana yang dibilang "Gaji Buta"?

Kalau menurut saya dua-dua nya termasuk gaji buta. Memang dari dua kasus diatas yang terlihat jelas adalah kasus pertama yang biasa disebut dengan gaji buta. Bener kan? Kalau ada yang nggak setuju silahkan komen dibawah ini ya.

Kok kasus kedua juga bisa disebut gaji buta? (versi fika). Yes, menurut fika sih kasus kedua juga gaji buta. Kenapa kok gaji buta? Kembali ke gaji buta versi fika di atas deh "gaji yang kita terima karena kelihatannya kita bekerja namun sebenernya tidak melakukan apapun". Namanya bekerja itu harus ada hasil dan hasil itu harus berupa produk, kalau pekerjaannya adalah jasa beda cerita lagi deh atau minimal jasa itu bisa dinikmati oleh orang lain bukan?


Sama dengan kasus kedua kan? Bekerja sih iya bekerja, tapi hasilnya mana? Adaaa, hasilnya sih ada cuma nggak bisa dinikmati kan? Kalau saya sih menyebut itu bukan disebut "gaji" cuma sebuah penghargaan aja dari orang yang sudah menghargai kerja keras dan usaha yang udah diberikan aja sih. Saya sih nggak setuju kalau kasus kedua juga di sebut dengan gaji atau fee. Saya akan lebih setuju kalau itu disebut dengan "penghargaan usaha". Jarang sekali loh ada orang yang mau menghargai kita dengan mengorbankan apa yang dipunya termasuk memberikan fee kepada kita hehe.

Udah jelaskan apa itu gaji dan apa itu penghargaan? :)
Soooo, mending jangan bangga dulu deh kalau dibayar karena do something buat orang lain. May be orang itu sebenernya nggak terlalu butuh kita bahkan nggak terlalu butuh dengan jasa kita. Bahkan itu bisa jadi karena orang tersebut terlampau baik saja hehehehe.

[anyway kasus kedua itu adalah pengalaman penulis yang sebenarnya nggak layak mendapatkan upah, cuma saya sangaaaaaaaat sadar kalau itu adalah sebuah bentuk penghargaan buat kerja keras dan usaha saya. So, saya berdoa supaya kalian yang membaca postingan ini bakalan ketemu dengan orang yang bisa menghargai usaha kalian seperti saya yang ketemu seseorang semacam ini. Buat yang merasa, saya mengucapkan terimakasih banyak. Dibalas? Pasti dibalas, tunggu saja tanggal mainnya]

You Should Read This One (Programer Masa Kini)

Malam ini saya sedikit galau, Praise The Lord saya bisa kontak-kontak an lagi sama mantan dosen (tepatnya yang belum sempat ngajar dan udah harus pergi aja sih). Iseng-iseng nanya dan terjadilah percakapan semacam ini dan akan saya abadikan dalam blog ini

Saya : Bapak lagi sibuk Apa Pak sekarang?
Beliau : Saya sibuk coding, tiap hari saya sibuk coding. Hahahaha
Saya : Asik, bapak coding nya fokus kemana Pak? Mobile, Web atau apa? Ajarin dong Pak hehehe (walaupun dia ini udah bukan dosen saya wkwkwk)
Beliau : Saya mainannya cross platform, web dan mobile, cuma kebanyakan sih web. Mainannya nodejs dan couchdb. Sama angular juga. (yang gak tau itu makanan apa udah baca aja deh ya hehe)

Bla bla bla bla bla... dan seterusnya. Sampai kita mengakhiri chat kita dengan bahasan tentang Github (Github itu gampangannya media sosial nya programmer). Sebenarnya masih banyak yang mau dibahas sama Bapaknya, cuma Bapaknya males ngetik. May be and I hope next time :p

[Anyway beliau ini orang ketiga setelah Favorite Lecturer dan Super Power Lecturer yang saya nggak segan-segan buat nyerap ilmunya. Hmm Super Power Lecturer udah pernah saya ceritakan sedikit di blog ini kan? Nah kalau Favorite Lecturer nanti lah kapan-kapan saya ceritakan, kalau mantan dosen yang ini saya mau ngasih gelar Up To Date Lecturer wkwkwk, ya memang dia ini selalu Up To Date]

Chat nya saking panjang nya saya yang baca kuwalahan karena satu layar smart phone saya bisa penuh dengan tips dan trik yang beliau berikan dan masih banyaaaaak (this is amazing, paling tidak mood yang tadi drop karena masalah study jadi up lagi hehehe). Ternyataaaa 3 kali saya harus memposting hal yang sama dalam blog ini "Learning By Doing". Ini beliau pesen ke saya begitu lagi "Learning By Doing", belajar sendiri dan mandiri. Jadi saya udah gak mau ngutak-ngutik lagi masalah teori Learning By Doing nya yaa, udah  kali di bikin tulisan di blog ini.

Sesuai dengan judul post nya adalah "Programmer Masa Kini". Yang bukan programmer sih ya biasa-biasa aja kali yaa baca post ini, cuma karena saya "merasa" sedikit banyak ada darah-darah aliran programmer ya nge-post nya salah satunya bahasan macam ini, semoga sih tulisan sepele ini bisa menginspirasi sesama programmer buat selalu up to date (up to date nya tentang belajar mengenai hal-hal baru aja sih). Next yukkk kita masuk Programmer Masa Kini versi Up To Date Lecturer pada bulan Februari di tahun 2016 (saya yakin postingan ini bakalan basi kalau di baca 1 tahun kedepan atau beberapa bulan kedepan ya karena teknologi akan selalu up date hehehe)

1. Github
2. Couchdb
3. Angular
4. Terminal / Command Line

Yaa saya nggak pengen menjelaskan itu wkwkwkwk.. (biarkan lah yaa agak gak nyambung dengan judulnya).. Ada sih yang mau saya garis bawahi dari kata-kata beliau "Larinya Perkembangan Dunia Kerja dan Kurikulum Di Perkuliahan sangat Jauh Fika, jadi km sendiri yang harus lari untuk ngejar kalau nggak mau ketinggalan" Nah loh kan, pas bener kan sama yang saya tulis di postingan sebelumnya (itu tuh yang saya nulis karena lagi marah hahahaha, padahal nggak pengen nulis sih sebelumnya cuma pengen melampiaskan emosi saja wkwkwk). Tapi ternyata bener kan apa yang saya asumsikan sebelumnya? Hehehe... Ehhh paling tidak kita basic udah tau dan jadi bisa lah yaaa hehehehe..

[kita nggak pernah tahu kapan dan dengan siapa kita akan bertemu dan saling berbagi ilmu. contohnya malam ini pun saya bisa chating banyak hal dengan dosen yang belum sempat ngajar saya dan sudah harus resign karena urusan keluarga hehehe. Dekat? Hmm nggak terlalu sih, cuma kenal aja. Oh ini Fika, Oh ini Pak ,,,,, Oh yaudah gitu doank. Cuma malam ini beliau yang semakin meyakinkan saya bahwa "Learning By Doing" itu harus dan wajib dilakukan. Paling tidak guyonan e beliau ini bikin up mood bener-bener dah hahaha. Harapannya hubungan baiknya akan teruuuuussss berlanjut sampai akhir hayat hehehehe]

Dunia Kerja dan Kuliah

[guys sebelumnya maaf yaa kalau tulisan ini kurang bagus, kalau boleh jujur tulisan ini hasil karena saya itu lagi sebel, marah dan pengen nangis sama study saya yang terkesan dibikin main-main atau hanya perasaan saya aja, ah ya sudah abaikan saja]

Jadi awalnya saya bertemu dengan beberapa dosen saya, ya namanya dosen itu bagaimana pun juga akan saya jadikan panutan (dengan catatan kalau dosen itu nggenah kinerja e). So, buat para dosen yang baca ini jadilah dosen sing nggenah #OpoSeh hahaha...

Ehhh kok saya jadi bahas ini yaa?? skip skip.. bukan ini yang mau saya bahas.. Hahahaha...

Nggak nggak, saya mau bahas ketika saya baru balik dari ruang salah satu dosen saya. Saya memberi gelar dosen ini "super power lecturer" ini penamaan suka-suka jadi nggak usah nanya artinya apa'an. Suka-suka saya hahaha..
Ketika saya balik, ketemu lah saya dengan Manager saya dikantor dan nanyakan hal yang seharusnya dibidang saya cuma saya jadi nggak ngerti apa-apa..
Kalau saya boleh ngelist buat hari ini ada 3 hal yang ditanyakan Manager dan jujur saya malu ketika saya harus jawab "NGGAK BISA"

1. Bisa nggak SQLServer?
2. Bisa nggak ASP?
3. Bisa nggak Web Service?

pertanyaan ketiga sih saya jawab "Emmm bisa Pak (sambil googling wkwkwkwk). Ternyata saya bisaaaa Yeeeeey.. (walaupun ragu-ragu njawabnya)

itu yang jleeeeeeb banget pertanyaannya ada pertanyaan iseng yang dilontarkan dan saya tetap menjawab NGGAK BISA..
1. Bisa nggak mastering data?
2. Bisa nggak bikin Software Requirement Specification?

Emmm saya sih nggak "merasa" nggak pernah dapat, atau bisa jadi dosen saya udah mengajarkan cuma saya aja yang udah lupa hahahaha.. May be saya seharusnya menjawab "BELUM BISA"

Dannnnn Praise The Lord nihh, Manager saya ini tipe orang yang "Learning By Doing". So, saya masih bersyukur karena beliau nggak menuntut saya dengan skill yang hebat. Catatan beliau cuma satu sih "Have a good attitude". Terharu sekali ketika beliau bilang "Saya mau kok training staff atau student staff kayak kamu asalkan attitude nya Ok".

Ya kalau semua orang bisa seperti ini sih kita nggak butuh skill yang bagus, malahan kita bisa asah skill di tempat kerja. isn't it? :)
Nah kalau nggak gimana dong?? (ya nggak tau, asumsikan aja semuanya bisa hahahaha.. guyonan macam apa ini berdasarkan asumsi??)
Hahahaha.. Yasudah jadi belajar mandiri.. Entah ya kalau di tempat kuliahnya teman-teman yang lain.. Hanya saja saya merasa kalau pengetahuan yang kita dapatkan dikuliah dan kebutuhan ditempat kerja rentangnyaaa sangaaaat jauuuuuuh.. Saya sih merasa nggak bodoh-bodoh banget ya wkwkwk, cuma masih merasa seperti itu..
So, apapun yang terjadi kalian nggak pernah bisa mengharapkan siapapun kecuali Tuhan dan diri kalian sendiri.. Ohh may be kalian masih bisa kok mendapatkan orang yang "menghargai" kalian.. :)

[Nah sekarang saya udah nggak marah lagi karena marahnya sudah dilampiaskan ke coretan nggak jelas ini hahahaha.. I think this is the best way to express my feeling.. Anyway udah jam pulang, yukkk terobos hujan dan pulang. Papi udah jemput tuh.. Thank you Papi udah jemput On Time hahahaha]

Kamis, 04 Februari 2016

Pembicaraan Tingkat Dewa – Just Do it!




Diawal tulisan ini saya akan dengan gamblang mengatakan bahwa “Pengetahuanmu yang didapatkan dari kuliah itu NGGAK ada apa-apanya”. Benar. Entah ini hanya terjadi ditempat kuliah ku atau terjadi pula ditempat anda kuliah. Diluar benar dan salah (yang ketika nulis ini saya pun nggak pernah melakukan survei hehehe). Bolehlah kalau dianggap tulisan hoaks atau buat yang setuju boleh komen dibawah mengenai apa yang anda rasakan selama masa perkuliahan S1. Saya bilang S1 loh yaa hehehehe. Eits tunggu dulu, jangan-jangan Cuma saya yang terlampau O’on jadi nggak tau apa-apa ya? Hahahaha. Whatever lah, skrg saya mau cerita.

Semester ini saya mengajukan untuk mengambil PKL (Praktik Kerja Lapangan). Yaa seharusnya memang saya ambil ini semester depan lagi (Selangkah lebih depan dari yang lain). Untungnya apa sih? Hmmm, saya juga nggak tau. May be mempercepat waktu aja sih.

Pagi ini saya berharap Pembimbing Lapangan saya nggak jadi cuti (karena kemarin beliau sempat ngomong kalau mau cuti) dan benar, doa saya dikabulkan. Beliau tidak mendapat ijin cuti dari pimpinan (hmmm syukurin luuuuh, Wkakakakakak #tertawasetan, tapi saya nggak seperti itu hehehe). Ya Cuma bersyukur aja, jadi hari ini saya bisa mengajukan apa yang sudah saya kerjakan 3hari 3malam. Terus hasilnya apa? Wait, yang udah ganteng (paling enggak menurut saya dan dosen pembimbing saya) dijadikan jelek lagi.

[Padahal disini dosen pembimbing saya dan dosen pembimbing lapangan adalah teman baik hehehe, suatu saat saya akan cerita kekocakan mereka diruang dosen ketika berdiskusi mengenai project PKL saya]

Coret-coretannya memang kelihatan memperburuk pekerjaan saya yang sudah ganteng versi Fika. Tapi tunggu dulu, ehh ini yang bagian ini nggak udah dikerjakan, yang bagian ini juga nggak usah, yang ini juga nggak butuh terlalu habat kalau saya bisa mengerjakan semua itu. Intinya beliau malah membatasi project yang akan saya kerjakan (hmm baik yaa, saya yang udah mikir sebelumnya, buseeeeet bih gua salah milih tempat PKL, banyak bangeeeet). Akhirnya beliau membatasi project saya hanya sampai pendataan barang IT dan Aset Habis Pakai.

[cerita singkatnya saya ambil topik PKl tentang inventory barang IT dan Non-IT Universitas saya berbasis website]

Udah kan saya ajukan hasil pekerjaan saya, terus deskripsinya nggak dibaca sama sekali T_T padahal itu bikinnya susah
Nah yang jadi masalah disini nih

Case 1 :

Ketika duduk dibangku perkuliahan, saya mendapatkan mata kuliah website dengan code Native (bahasa gampangnya manual). Belum pernah diajarkan menggunakan Framework apapun sih. Penulisan code nya juga dilakukan secara Struktural (urut dari atas kebawah). Disini (ditempat PKL) saya harus mengikuti aturan main ditempat ini. Coding dengan menggunakan sistem OOP (Object Oriented Programing), kalau di Website (coding menggunakan PHP) istilahnya adalah PDO. Mau nggak mau saya harus belajar dulu kan? Terus saya mikir “laaah saya nggak pernah diajarkan ini”. Mereka tetap aja nggak mau tahu. Haha yaudah saya pikir ini adalah tantangan.

Case 2 :

Cerita diatas adalah masalah bahasa pemrograman yang saya terima dikampus. Next adalah perencanaan Sistem. Jadi ceritanya gini, setiap orang yang akan membuat sebuah program harus melakukan yang namanya Analisis dan Desain Sistem. Gunanya apa? ini semacam Master Plan kita. Jadi alur program kita nantinya akan sesuai dengan master plan (kalau di dunia IT namanya adalah UML singkatan dari Unified Modeling Language). Susah? Sebenernya enggak sih, Cuma karena pas mata kuliah itu saya mengambil semua jatah bolos saya hehehe (jangan di contoh yaa). Jujur sih emang saya nggak niat dimata kuliah itu, walaupun saya bisa sombong “Gua dapet grade A hahahaha”. Beneraaaann, itu mata kuliah yang saya paling nggak niat dan tetep aja dapet bagus. Apa gunanya kalau sekarang pas saya butuh ilmunya saya nggak bisa apa-apa. (Jadi pembelajaran baru, jangan sampai nggak niat dalam satu mata kuliah). Barangkali dipakai.

Sebenernya bukan nggak niat yang gimana-gimana sih, alesannya saya nggak terlalu suka dengan dosen pengajarnya. Kok bisa? Bukannya biasanya Fika itu orang yang cocok sama siapa-siapa aja ya? Iyaa, Cuma kali ini dosen ini agak nyebelin. Dipertemuan pertama nggak dateng dan tanpa pemberitahuan. Coba? Siapa yang nggak bete diawal. Ya karena udah bete diawal jadi keterusan samapai mata kuliah berakhir deh.

Case 3 :

Database, kalau orang-orang yang berkecimpung didunia komputer atau programer pasti udah nggak asing dengan yang namanya database. Kalau yang belum tahu, saya singgung sedikit. Jadi database itu adalah sumber data (berbentuk tabel dengan kolom-kolom), yang mana tabel-tabel tersebut yang akan menampung semua data kita (sudah paham?). Dikampus saya hanya mendapatkan matakuliah sistem basis data dan menggunakan CLI (Command Line Interface). Itu penggunaan yang sangat jadul bahkan sudah tidak dipakai didunia kerja.

Nah, ditempat saya PKL menggunakan database SQLServer. Pas ditanya “kamu bisa SQLServer?” yaa gimana lagi, saya Cuma bisa “hmmm nggak bisa tapi saya mau sih kalau belajar dulu”. Intinya saya mau menjaga nama almamater saya (walaupun saya PKL nya di kampus-kampus aja hehehe). Jadi database yang saya terima dikampus sama sekali tidak dipakai.

So guys, what will you do?
Saya punya saran yang kongkrit dan pasti berguna.

Learning By Doing
Kita nggak akan pernah tau kapan ilmu kita akan benar-benar berguna bukan? Satu-satunya cara untuk menerapkan ilmu kita dan menguji kemampuan kita sendiri adalah belajar sambil melakukan. Dari kisah yang saya alami, saya nggak akan pernah bisa melakukan banyak hal selama saya nggak pernah melakukan apa-apa.  Bahkan, saya bisa melakukan ini itu karena mau nggak mau saya harus menyelesaikan tugas PKL saya. Mau nggak mau saya harus sidang PKL kan?

Learning with yourself
Mandiri, kalau didunia kerja kayaknya udah nggak ada orang yang bisa kita tanyain tentang kerjaan yang kita nggak ngerti. Mereka pasti udah pada sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing. Terus? Ya gimana lagi, satu-satunya cara kamu harus belajar sendiri. Entah dari buku, google atau teman yang lebih jago dari kamu.

Confident
Ini yang paling susah sih, mempertahankan rasa percaya diri. Punya i pikiran seperti ini “orang lain bisa saya juga pasti bisa” dengan catatan kamu mau belajar dan berusaha.Yakin aja sih intinya. Banyak kok yang bisa kamu lakukan, just do it.
Jangan memikirkan gambaran besarnya dulu sih. Lakukan mulai hal yang kecil-kecil dulu aja.

[Sedikit pengalaman nih, pas saya ngerjain PKL ini nggak ada satupun orang yang bisa saya tanya. Termasuk pembimbing lapangan saya juga nggak ada karena saat itu pergi entah kemana, alhasil saya lakukan apa yang saya ngerti dan saya ajukan. Yaaa memang hasilnya heeemmm penuh dengan coretan, but it still go on.]

Keep pray until something happen
This is the most important thing. Kita nggak akan pernah tahu kan apa yang akan terjadi kedepannya? Poin ke empat ini Cuma aku bagi buat yang percaya sama Tuhan aja sih J
“Segala perkara dapat kutanggung didalam TUHAN yang memberikan kekuatan”
Saya sangat meyakini itu dan ketika saya berdoa, saya yakin sesuatu yang besar sedang terjadi. Berbahagialah kamu yang tidak melihat tetapi percaya

Rabu, 03 Februari 2016


Not the right time

Not the right time??
bukan waktu yang tepat??
benar?? benar jika saat ini anda sedang berada ditengah-tengah kesibukan anda dan anda lebih memilih menggunakan waktu anda untuk membaca blog ini. Tapi, kaau anda melakukan pada saat yang tepat lanjutkan membaca postingan ini hingga selesai. Alright?
OK.. Start..

Case 1:
hari ini saya nggak membawa bekal untuk makan siang dan saya lupa kalau beberapa hari ke depan saya harus nebeng papa buat berangkat ke kampus. Ke kampus kali ini bukan buat kuliah, tapi buat kerja. Jam istirahat datang dan saya yang nggak bawa bekal ini bingung cari makan. Ya kalau didepan kampus ada warteg daya bisa jalan aja ke warteg. Untuk mencapai indom*rt aja harus turun gunung dulu (majas hiperbola) baru ketemu tuh indom*rt. Akhirnya saya cuma makan sisa camilan kemarin siang, yah dicukup-cukupkan aja. Namanya tidak membawa kendaraan sendiri diwaktu yang tepat.

Case 2 :
Semester ini saya lagi mengerjakan PKL daaaaannnnn pembimbing lapangan saya ilang-ilangan kayak kunci motor. kadang muncul kadang enggak, kadang udah siap konsul nggak dateng, belum siap apa-apa udah ditanyain macem-macem. Waktu kita selalu nggak tepat.. wahai pembimbing lapangan.. Ditambah pembimbing dosen yang BUAAAIIIIKKKK saking baiknya nih chat nya kayak gini..
Gua : Pak, barusan saya kirim email. hasil kerjaan saya 3 hari, mau ngecek dulu.
Dosen : udah saya delete
Gua : Jahaaaaaat.. itu perjuangan 3 hari 3 malam tau..
Dosen : Iya udah saya baca
Gua : cepet banget bacanya? saya ngerjakan itu 3 hari loh Pak
Dosen : iya saya baca nama file nya doank
Gua *krataaaaaak*
Chat itu beneran terjadi.. Salah dosennya? Kagak.. itu dosen saya yang request.. hehehehe..
Saya emang milih dosen yang cukup dekat dengan saya, jadi bisa sekalian konsul ditambah curhat gak penting dan bercanda nggak jelas. Kelebihannya lagi bimbingannya bisa 24jam (dengan catatan Bapaknya pas nggak tidur, bbm nya aktif dan di PING PING PING kalau belum diread). Tapi dosen ini dosen favorite (ditambah telor dadar, saus sambal dan mayonaise lebih favorite lagi)
Kan lagi, waktu yang nggak tepat..

Case 3 :
Lao Shi ngomel pakek bahasa china dan nggak ada orang di kantor kecuali saya. Hahahahaha
Iyaaa, jadi ceritanya sebentar lagi Chinese New Year, dan mereka ini masih ada di Indonesia butuh koneksi internet suapay bisa komunikasi dengan keluarganya. Satu-satunya jalan buat mereka komunikasi adalah Skype. Sooo, mereka butuh koneksi internet yang cukup cepat. Masalahnya server koneksi internet ditempat mereka sedang rusak kesambar petir beberapa hari lalu. Setiap mereka kekantor selalu hanya ada saya dikantor yang memaksa saya untuk tahu apa yang mereka katakan dan saya harus tahu harus ngomong apa.
Hemmm nggak mungkin kan saya cuma jawab "Wǒ bù zhīdào Wǒ bù zhīdào Wǒ bù zhīdào" (itu artinya saya tidak tahu, sata tidak tahu, saya tidak tahu). Lumayan lah mengasah kemampuan bahasa china saya :p
Tapi tetap saja, ini bukan waktu yang tepat.
I just tell them,"your device was broken because the storm few days ago."
terpaksa terakhir saya jelaskan pakai bahasa inggris karena saya nggak ngerti bahasa china nya kalimat itu apa. bisanya cuma jawabin salam mereka dan kata-kata yang nggak "njlimet"

(Kamus Fika Njlimet : Ruwet)

Case 4 :
Saya nulis post ini ketika saya mau pulang "lagi". Iyaaa, saya hanya menggunakan waktu luang saya untuk menuliskan sebuah post yang sebenarnya nggak penting untuk dibaca.
Waktu untuk menulis post yang bagus tidak tepat. But, I promise for all of you, I will write some story about my life again and I hope my posts give some motivate to you. I love what i do and i do what i love.

美好的一天
感谢您抽出阅读
谢谢
 

Selasa, 02 Februari 2016

Bengong Dikantor

Sebulan lalu saya sudah magang disini dan lama-lama saya mengalami hal yang saya rasa "aneh". Apa? Saya jadi orang yang sering banget Bengong (bukan bingung yg di eja dengan bahasa jawa). Many time.......
(emmm maaf kepotong bentar dan udah lupa itu tadi mau nglanjutin nulis apa. barusan ada yang minjam laptop dan modem ditempat saya magang, jadi saya harus berhenti sejenak)

Yaa, intinya saya kebanyakan diem, do nothing at office, Bayangkan aja, disini udah ada 3 staff, 1 pimpinan, 1 student staff dan 6 anak magang dr SMK.. (kebayangkan gimana banyak nya orang disini, belum lagi AC ruang yg mati jd udara semakin panas #Abaikan). Sebenernya sih dari pada saya bengong dikantor kan mending saya pulang dan bisa melakukan pekerjaan yang lain (yang setuju dan percaya katakan Ameeeen! #BukanKhotbah).

Saya merasa waktu saya disini terbuang sia-sia. Nggak ada hal spesifik yang bisa saya lakukan, bahkan saya bingung mau ngerjakan apa. Buat para orang rajin kayak saya (iyaalah saya bisa bilang kalau saya rajin dibandingkan teman-teman saya yang lain.. nggak usah mikir.. percaya aja), hal seperti ini benar-benar nggak nyaman.

Pikiran saya saat ini begini "kebiasaan seperti ini yang terus-terusan akan merusak habit yang baik". Bayangkan kalau setiap jam 2 siang sampai jam pulang saya cuma diem didepan komputer. Baca-baca artikel nggak jelas, kadang ya  berita hoaks.

Intinya saya sedang menjaga habit saya supaya tidak berubah (menjadi yang lebih buruk).

Anyway, udah jam mau pulang. Sooo sorry postingannya kurang bagus. Hmmm dari pada saya bengong gak ngapa-ngapain :) [02-02-2016 16:50]